Selasa, 10 Februari 2009

Kisah Hikmah

Rasulullaah dan air matanya yang selalu mengalir karena senantiasa bersyukur

 Diceritakan oleh sahabat Atha’ ra, ia bersama Ibnu Umar dan Ubaid bin ‘Amr, suatu kesempatan datang dan bertamu ke rumah ‘Aisyah. Setelah dipersilahkan masuk dan duduk di tempat yang disediakan, mereka lalu bertanya kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, ceritakanlah pada kami hal-hal yang mengagumkan mengenai pribadi Rasulullaah Saw,” ucap Ibnu Umar.
 ‘Aisyah kemudian menjawabnya sambil menangis, “Rasulullaah datang kepadaku (maksudnya: giliran beliau mengunjungi istri-istrinya), lalu bersentuhlah kulitnya dengan kulitku, lalu beliau berkata, ‘Wahai ‘Aisyah, izinkanlah aku beribadah kepada Allaah Swt.’ Jawabku, ‘Sungguh, aku tidak suka dengan hawa nafsuku, bahkan lebih suka ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allaah Swt.’ Maka beliau pun langsung berdiri untuk mengambil air wudlu, dan beliau menangis, lebih banyak dari air yang ia tuangkan untuk berwudlu, kemudian beliau membuka Al-Qur’an sambil menangis hingga air matanya bercucuran jatuh ke tanah.

 “Bahkan ketika Bilal datang, beliau masih dalam keadaan menangis. Bilal berkata kepadanya, ‘Wahai Rasulullaah, demi ayahku, engkau dan ibuku, mengapa engkau menangis, padahal Allaah telah mengampuni dosa-dosamu baik yang terdahulu maupun yang akan datang?’ Rasul menjawab: ‘Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang pandai bersyukur. Dan siapa yang bisa mencegahku untuk menangis, padahal Allaah Swt telah menurunkan ayat berikut yang artinya; “ “ “Sesungguhnya mengenai kejadian langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang menjadi bukti atas kekuasan Allaah bagi mereka yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allaah, baik ketika tegak, duduk, dan di saat berbaring, dan mereka memikirkan kejadian langit dan bumi, sahut mereka, ‘Yaa Rab kami, tidaklah Engkau jadikan ini semua sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.” [QS. Ali Imran (3)], ayat 190-191. Lalu beliau bersabda, “Wahai Bilal, tidak ada yang mampu memadamkan api neraka, kecuali air mata, celakalah orang yang membaca ayat ini, namun tidak memikirkan isi kandungannya.”
Demikianlah, ‘Aisyah menceritakan kepribadian Rasulullaah Saw yang senantiasa menjaga diri dengan rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allaah Swt.  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar